METODE PENGOBATAN ALTERNATIF UNTUK KANKER PAYUDARA

Posted on Maret 24, 2009

4


breastcancer

Jika seorang wanita menemukan benjolan di payudaranya, apa yang terjadi? tentu perasaan khawatir akan timbul. Setiap benjolan di payudara tentu menimbulkan banyak kekhawatiran, di antaranya kemungkinan adanya kanker, setiap kasus masing masing berbeda menyikapinya, ada yang sebagian akan pergi ke dokter untuk memeriksakan benjolannya, sementara yang lain mencoba mendatangi pengobat alternatif, yang ironis sebagian berusaha melupakan dan tidak melakukan tindakan apa pun, menganggap masa bodoh.

Sering kali kekhawatiran yang berlebihan menyebabkan pasien menunda untuk berkonsultasi dengan dokter, padahal tidak semua benjolan di payudara adalah kanker, bahkan sebagian besar justru merupakan tumor jinak.

Jika benjolan tersebut memang kanker, maka penundaan konsultasi tersebut dapat menyebabkan kanker berkembang menjadi tahap yang lebih lanjut di mana konsekuensinya adalah kemungkinan sembuh menjadi kecil atau hampir mustahil. Jadi, penundaan konsultasi ke dokter sebenarnya hanya menambah masalah baru yaitu timbulnya kecemasan terus-menerus tanpa kepas- tian serta memperbesar kemungkinan gagalnya pengobatan.

Faktor Risiko

Penyebab kanker payudara sampai saat ini diduga akibat interaksi yang rumit dari banyak faktor seperti faktor genetika, hormonal, dan lingkungan. Beberapa faktor yang meningkatkan risiko kanker payudara adalah usia tua, menarche (pertama kali menstruasi) dini, usia makin tua saat menopause, usia makin tua saat pertama kali melahirkan atau tidak pernah hamil, riwayat keluarga (terutama ibu, saudara perempuan) dengan kanker payudara, riwayat pernah menderita tumor jinak payudara, mengonsumsi obat kontrasepsi hormonal jangka panjang, mengonsumsi alkohol, serta paparan radiasi pada payudara terutama saat periode pembentukan payudara.

Adanya faktor genetika tidak berarti seseorang yang memiliki gen kanker payudara pasti menderita kanker, melainkan hanya memiliki risiko untuk mengidap kanker dan dapat menurunkan gen tersebut. Gen penyebab kanker diturunkan dari orangtua ke anaknya tanpa terkait dengan jenis kelamin.

Keluarga yang teridentifikasi memiliki gen tersebut selain kanker payudara juga meningkat risikonya untuk menderita kanker lain seperti ovarium, kolon, dan prostat.

kankerpayudara

Diagnosis

Kanker payudara dapat menyebar ke paru, hati, tulang, dan lain-lain.

Stadium kanker payudara ditentukan oleh besar tumor, ada tidaknya penyebaran ke kelenjar getah bening dan organ-organ tubuh lain. Penyebaran ke kelenjar getah bening ketiak yang letaknya dalam, setelah diraba baru dapat diketahui.

Umumnya pengobatan kanker payudara terbagi menjadi dua golongan besar, pertama, pengobatan untuk kanker tahap awal.
kedua, pengobatan untuk kanker tahap lanjut dan kambuh.

Deteksi Dini

Hasil pengobatan sangat ditentukan oleh stadium penyakit saat pertama kali didiagnosis. Oleh karena itu upaya deteksi dini terhadap kanker payudara amatlah penting. Dengan deteksi dini diharapkan penyakit telah terdiagnosis pada tahap awal sehingga kemungkinan sembuh total menjadi besar.

Pemeriksaan benjolan menggunakan cara ‘Sadari’ (periksa payudara sendiri) dapat dilakukan sendiri setiap bulan. Sebaiknya pemeriksaan dilakukan setelah menstruasi selesai. Caranya adalah dengan bercermin dan memperhatikan apakah ada kelainan pada payudara. Kemudian kedua lengan diletakkan di atas kepala dan perhatikan kembali kedua payudara.

Selanjutnya bungkukkan badan 90 derajat, lalu periksa lagi. Berbaringlah di tempat tidur. Letakkan tangan kiri di belakang kepala, kemudian letakkan sebuah bantal di bawah bahu kiri. Rabalah payudara kiri dengan jari-jari tangan kanan. Periksalah apakah ada benjolan di situ. Kemudian periksa juga apakah ada benjolan atau pembengkakan pada ketiak kiri. Lakukan sebaliknya untuk payudara dan ketiak kanan.

Wanita yang memiliki anggota keluarga sedarah yang menderita kanker payudara, apalagi bila jumlahnya lebih dari 1, mempunyai risiko tinggi untuk terkena kanker payudara. Apalagi jika pada pemeriksaan genetik ditemukan kelainan gen

Tahukan Anda bahwa pengonatan alternatif juga bisa digunakan untuk menyembuhkan kanker payudara Pengobatan alternatif membantu penderita kanker payudara mengurangi efek samping dari radiasi dan kemoterapi. Disamping itu, juga bisa menurunkan tingkat stress. Pengobatan alternatif juga membuat penderita merasa lebih kuat dan bersemangat, karena dengan cara ini mereka bisa memberi penanganan sendiri yang positif daripada hanya sekedar bergantung kepada dokter yang menangani kesehatan mereka. Sebagian besar pengobatan pelengkap dan allternatif termasuk ke dalam obat holistik. Artinya, cara untuk mendapatkan kesehatan tubuh dan keseimbangan bagi menyeluruh tidak hanya didapat melalui tubuh tetapi pengobatan ini lebih fokus kepada pikiran, emosi dan spirit atau semangat.

Pengobatan alternatif, merupakan metode pengobatan yang menggunakan pendekatan diluar medis, yang tidak termasuk dalam standar pengobatan kedokteran modern. Dalam pengobatan alternatif, segala metode dimungkinkan, dari penggunaan obat-obat tradiosional seperti jamu-jamuan, rempah, yang sudah dikenal seperti jahe, kunyit dan sebagainya. Juga pendekatan lain seperti menggunakan energi tertentu yang mampu mempercepat proses penyembuhan.

Pada mulanya kalangan kedokteran bersikap sangat sinis dan menganggap pengobatan alternatif tidak bisa dipertanggungjawabkan karena tidak didukung riset medis yang memadai. Tetapi semakin banyaknya fakta-fakta keberhasilan membuat mereka tergoda untuk melakukan riset. Dan pada akhirnya semakin lama semakin banyak teknik pengobatan alternatif yang diakui, bahkan digunakan para dokter sebagai terapi komplementer untuk mendapatkan tingkat kesembuhan yang lebih baik.

mendeteksisendirikankerpayudara

Berikut metode pengobatan alternatif yang bisa anda gunakan; antaranya:

Pengobatan Dengan Totok:

Totok Energi pada Urat Saraf adalah salah satu jenis pengobatan alternatif yang baik untuk kanker. Disamping itu, totok ini juga bisa mencegah penderita dari muntah, rasa sakit, dan kelelahan.

Pembengkakan dan kelebihan cairan bagi Perempuan dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah beresiko tinggi terkena infeksi.

Sebagian besar terapi didasarkan pada ide bahwa “totok energi” dipercaya bisa membuat sehat dan membawa penyembuhan. Penyakit akan muncul jika energi ini lemah. Totok energi berdasarkan pada transformasi tenaga bioenergi melalui gerakan yang lembut, dan fokus pada pernapasan, gerakan yang lembut serta meditasi.

Ttansfer Energi ini digunakan sebagai penyesuai terhadap pengobatan kemoterapi dan radiasi, juga sebagai terapi primer bagi kanker yang tidak bisa dioperasi dan sudah menyebar. Banyak rumah sakit di Amerika menawarkan pengobatan Holistik seperti tai chi sebagai pelengkap terhadap pengobatan standar, dan pengobatan tai chi juga melakukan transformasi energi vital atau bioenergi. Karena pengobatan dengan transfer energi bisa meningkatkan rasa percaya diri, kualitas hidup, dan menumbuhkan perasaan yang nyaman sebagai tindak Pencegahan berupa Mentransformasikan bioenergi dengan menumpangkan tangan di atas tubuh pasien.

Ada juga puluhan, bahkan ratusan teknik pengobatan alternatif. disetiap negara maupun tiap daerah, bahkan tiap komunitas punya teknik sendiri. Secara umum, pengobatan alternatif dapat dibagi menjadi beberapa golongan besar :

Antara Lain:

Ramuan Tradisional

Pada umumnya bersifat meningkatkan daya tahan tubuh. Di Indonesia dikenal beragam bahan tradisional untuk pengobatan kanker, misalnya mahkota dewa, mengkudu, buah merah, kunir putih, sambungnyawa, tapak dara, bawang putih, benalu teh, dan sebagainya. Ada yang sudah dikemas baik dalam bentuk kapsul, tablet, maupun sirup, ada yang masih dalam bentuk bahan segar atau kering yang harus direbus dulu.

Satu hal yang harus Anda ingat sebelum mengkonsumsi ramuan tradisional adalah, tidak semua bahan cocok untuk semua jenis penyakit. Kunir putih misalnya, ternyata cocok untuk kanker mulut, kerongkongan, usus, payudara, kulit, tetapi belum terbukti cocok untuk kanker jenis lain. Sedang produk berbahan dasar kedelai cocok untuk kanker payudara, kanker prostat, usus besar, maupun paru-paru.
Pengobatan Secara Fisik

Termasuk dalam pengobatan secara fisik ini adalah pijat tradisional, pijat refleksi, akupunktur, akupressur, tenaga dalam, terapi oksigen hiperbarik, kop, dan sejenisnya. Secara medis belum terbukti pengobatan ini menyembuhkan semua jenis penyakit secara langsung, tetapi diakui bisa mengurangi rasa sakit, menimbulkan rasa nyaman, menghilangkan stres, dan meningkatkan kualitas hidup atau kebugaran, sehingga penderita lebih siap menjalani pengobatan medis.

Saat ini tidak hanya klinik-klinik kecil yang menyediakan pengobatan ini, kini rumah sakit-rumah sakit besar juga banyak yang melakukannya, namun tetap dengan pengawasan dokter ahli yang belajar secara khusus.

Pengobatan Psikis

Penyakit timbul akibat terganggunya keseimbangan tubuh, jiwa, pikiran, dan kehidupan spiritual seseorang. Karenanya pengobatan ini bertujuan untuk mengembalikan keseimbangan itu, yang pada gilirannya akan membuat organ-organ tubuh bekerja normal, dan memulihkan kesehatannya.

Contoh pengobatan yang bersifat terapi psikis ini adalah meditasi, yoga, doa atau dzikir, hipnotis, olah napas, terapi musik, aromaterapi, ayurveda, dan sebagainya. Pengobatan ini diyakini dapat memperkuat mental, mengurangi stres dan kecemasan, menumbuhkan sikap positif, dan memperkuat kemauan hidup. Juga dapat mengurangi efek samping pengobatan, meningkatkan efektivitas pengobatan medis, dan mempercepat penyembuhan.

Berbagai agama di dunia memiliki kepercayaan masing-masing mengenai mukjizat penyembuhan. Penganut Islam umpamanya, percaya bahwa shalat tahajud, doa, dan dzikir dapat menyembuhkan berbagai penyakit yang secara medis dianggap tak tersembuhkan. Penganut Kristen, Katolik, Hindu, dan agama-agama lain memiliki keyakinannya masing-masing.

Sementara nalar manusia belum mampu menerangkan terjadinya mukjizat ini, sebagian orang mencoba mengilmiahkannya dengan berteori bahwa ketenangan jiwa dan kondisi spiritual yang sehatlah yang meningkatkan kesehatan fisik secara umum.

Diet dan Nutrisi

Diet dan nutrisi berperan penting dalam upaya mencegah dan menghambat pertumbuhan suatu penyakit. Pola makan yang salah (kurang serat, terlalu banyak lemak, komposisi tidak seimbang, banyak mengandung pewarna, pengawet, perasa buatan, atau cara memasak yang salah) merupakan salah satu pemicu penyakit. Maka satu-satunya cara untuk memperbaikinya adalah mengubah pola makan yang salah menjadi pola makan yang sehat.

Di sisi lain, zat-zat gizi makanan dan minuman dapat juga dimanfaatkan untuk melawan penyakit dengan berbagai cara. Ada yang bekerja dengan cara meningkatkan kekebalan tubuh, ada yang menetralisir efek buruk zat-zat pemicu timbulnya suatu penyakit, ada yang mencegah mutasi gen, ada yang bisa memperbaiki kembali gen-gen yang rusak, ada yang bisa mencegah terjadinya metastase (penyebaran sel kanker), bahkan ada juga yang memicu sel kanker untuk melakukan bunuh diri (apoptosis). Karena itu, mengatur diet dan nutrisi secara tepat merupakan satu hal yang harus dilakukan bersama-sama dengan upaya pengobatan lainnya.

Vitamin, Mineral, Makanan Suplemen

Masih banyak lagi ragam pengobatan alternatif, khususnya yang diproduksi oleh pabrik-pabrik farmasi dan dipasarkan sebagai vitamin atau makanan suplemen. Di Indonesia kita mengenal produk-produk lebah seperti madu, royal jelly, propolis; juga sirip ikan hiu, minyak ikan, chlorella, teh hijau, ginseng, dan sebagainya yang diklaim bisa menyembuhkan suatu penyakit. Demikian juga vitamin A dan beta karoten, vitamin B, C, E, K yang berfungsi sebagai antioksidan untuk mencegah pembentukan dan penyebaran penyakit tertentu, seperti kanker.

Klinik-klinik pengobatan yang lainnya juga memiliki beragam teknik pengobatan yang belum sepenuhnya diterima kalangan medis, misal kemoterapi herbal, infus T-cell (berasal dari thymus sapi) yang dikatakan bisa membunuh sel-sel kanker, penggunaan obat-obat tertentu untuk membersihkan tubuh dari racun dan logam berat sumber radikal bebas, dan sebagainya.

Sekalipun dokter agak skeptis terhadap berbagai jenis pengobatan alternatif itu, tidak ada salahnya Anda mencoba. Dokter berpegang pada teknik pengobatan (barat) yang sudah teruji secara klinis, sedang berbagai pengobatan alternatif pada umumnya berasal dari pengobatan tradisional (timur) yang digunakan dan terbukti efektif secara turun-temurun, tetapi banyak yang belum diuji secara klinis.

Keputusannya tetap di tangan Anda. Toh tidak sedikit obat-obat tradisional yang setelah diuji secara klinis kemudian diadopsi menjadi obat-obat medis modern, seperti obat kemoterapi vincristine dan vinblastine, yang diambil dari ekstrak daun tapak dara. Akan lebih maksimal hasilnya kalau pengobatan alternatif yang Anda pilih dilaksanakan bersama-sama dengan pengobatan medis, sehingga bisa saling mendukung. Yang penting Anda harus perpegang pada 4 Tepat dan 1 Waspada: tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, tepat penderita, serta waspada terhadap efek samping.

About these ads