ILMU TONGKAT NABI MUSA ALAIHISSALAM

Posted on Mei 11, 2009


Kisah terbelahnya Laut merah yang dilakukan Nabi Musa atas perintah Allah ketika dikejar oleh Fir’aun merupakan akhir dari kejayaan Fir’aun pada masa itu. Alat yang dipergunakan Nabi Musa untuk membelah laut itu adalah berupa tongkat.

Nabi Musa diutus oleh Allah bagi memimpin Kaum Israel ke jalan yang benar. Beliau merupakan anak kepada Imran dan Yukabad binti Qahat, (Musa bin Imran bin Kohath bin Lewi bin Yakqub bin Ishaq bin Ibrahim), bersaudara (adik-beradik ) dengan Nabi Harun, dilahirkan di Mesir pada pemerintahan Fir’aun.

Al-Quran menceritakan: “Dan ingatlah ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan Firaun dan pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan.”

Juga Pernah suatu ketika tongkat yang dipegang Nabi Musa di lemparkan ditengah tengah tukang sihir seketika tongkat nabi musa berubah menjadi seekor ular besar yang melahap semua ular tukang sihir.

Allah Berfirman yang artinya: “Dan lemparkanlah apa yang ada di tangan kananmu, pasti ia akan menelan apa yang mereka buat. Sesungguhnya apa yang mereka buat itu hanya tipu daya tukang sihir dan tidak akan menang tukang sihir itu dari mana saja ia datang.”

Ilmu yang akan saya nukilkan berikut sangat besar manfaatnya, disebut Tongkat Nabi Musa. Keilmuan ini sudah banyak dibuktikan oleh para pendahulu kita ketika masa penjajahan, diantaranya untuk memelihara diri dari segala marabahaya, untuk mendapatkan wibawa dan kharisma, juga agar dipatuhi dan dituruti semua orang.Menarik simpati dan kasih sayang dari makhluk Allah. dan masih banyak lagi manfaat lainnya.

Ilmu Tongkat Nabi Musa ini disebut juga Hizib khafy, sebgaia berikut:

“BIKHOFIYYI LUTHFILLAH, BILATHIIFI SHUN’ILLAH, BIJAMIILISITRILLAAH, BIBADII’I ‘AFWILLAAH, BISARII’I KAROMILLAH, BIGHOOTSATI JUDILLAAH, BI AFI ALFI LAAHAULAWALA QUWWATA ILLA BILLAAH, HAJIBTUNAFSI BIHIJAABILLAAH, WAMANA’TUHA BI AAYAATILLAH, WAHASHONTUHAA BIL AAYAATI WADZDZIKRILHAKIIM, BIHAQQI MAYYUHYIL ‘IDHOMA WAHIYA ROMIIM.
JIBRIILU ‘ANYAMIINI, WAMIIKAA IILU ANYASAARII, WAISROOFIILU MINKHOLFII, WA’IZROO IILU MIN QODAAMII, WASAYYIDUNAA MUHAMMADIN AMAAMII, WA ‘ASHOO MUSAA FII YADII, FAMAN RO AANI HAABANII WAKHOOFANII WA ‘ATHOO ‘A AMRII, WAKHOOTAMU SULAIMAANA ‘ALAA LISAANI FAMAN TAKALLAMTU ILAIHI QODHOO HAJATII, WANUUTU YUUSUFU ‘ALAA WAJHII, FAMAN RO AANII AHABBANII, WALLAAHU MIN WAROO IHIM MUHIITHUN BAL HUWA QUR AANUN MAJIID, FII LAUHIN MAHFUUDH, WASHOLLOLLOOHU ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ‘ALAA AALIHI WASHOHBIHII WASALLAM

Beragam manfaat dan bersandar pada kekuasaan Allah SWT dengan melalui karomah doa.

Tingkat satu: Seorang pengamal akan mulai merasakan ketenangan dan kepekaan bathin, ketajaman intuisi, pagar ghaib serta mampu mendeteksi berbagai energi lembut yang ada disekitarnya.

Tingkat berikut: Seorang pengamal yang sudah mapan akan dapat dengan mudah menggunakan kekuatan bathin, menyerap energi, metafisis, menghilangkan penghalang yang menyebabkan kesempitan rejeki dan kesulitan jodoh, mendeteksi penyakit dan mengobatinya, mendamaikan rumah tangga, memagari rumah, bahkan mampu memainkan gerak dari salah satu cabang ilmu silat karomah.

Tahap Sudah jadi: Seorang pengamal akan dapat menghilang dari pandangan musuh, memindahklan hujan, memanggil sukma oranglain, melihat dan berkomunikasi dengan jin maupun khodam sampai kemampuan lain yang akan diperioleh secara khusus.

Namun tidak semua orang mencapai tingkat sudah jadi ini dengan sempurna, karena dibutuhkan kebersihan hati.

About these ads