MENUNDUKKAN KHADAM HIZIB SAYFI MAGHRIBI

Posted on Februari 14, 2013


Khodam adalah merupakan manifestasi energi pintar yang terlahir dari sebuah doa, tabas-tabas, mantra dan tatalaku ritual spiritual tertentu yang mengandung tingkatan konsentrasi yang tinggi kepada sang pencipta alam dibarengi doa doa atau cita – cita agar terkabulnya suatu maksud dan tujuan.

Istilah “khodam” berasal dari bahasa arab yang berarti pembantu, penjaga atau pengawal yang selalu mengikuti. Dalam konteks spiritual, istilah “khodam” digunakan khusus untuk menyebut makhluk gaib yang mengikuti pemilik ilmu spiritual atau yang mendiami suatu benda pusaka. Dalam konsep spiritual melayu, khodam disebut “KEMBARAN”, sementara spiritual jawa, khodam disebut “PREWANGAN” yang artinya adalah makhluk yang membantu.

Khodam dalam konsep mistik diyakini sebagai “jiwa” suatu ilmu. Khodam memberi power pada pemilik ilmu sehingga mampu melakukan hal-hal diluar kewajaran. Tentu saja ada khodam yang minta imbalan ada pula yang “gratis”.

Mengenai siapakah sebenarnya khodam, para spiritualis berbeda pendapat. Kelompok pertama mengatakan khodam adalah jenis makhluk tertentu yang khusus diciptakan Tuhan sebagai “pembawa” kekuatan bagi para pemilik ilmu dan benda pusaka.

Kelompok kedua berpendapat bahwa khodam hanyalah sebutan atau julukan bagi Jin, Qorin dan Malaikat yang membantu manusia.

Kehidupan sosial jin sama seperti manusia. Mereka terdiri dari bermacam-macam ras dan kelompok yang sangat kompleks. Setiap jin punya sifat dan kebutuhan yang berbeda-beda seperti pada manusia. Begitu pula dalam dalam membantu manusia, mereka punya alasan yang berbeda-beda. Namun secara garis besar, ada 5 alasan mengapa jin mau membantu manusia.

pertama, Ingin menyesatkan manusia. Kelompok jin ini adalah tentara ilbis yang ditugaskan untuk membantu para tukang sihir dan penganut ilmu hitam. Orang yang ingin memiliki khodam jenis ini harus melakukan perbuatan atau ritual yang melanggar aturan Tuhan. Misalnya untuk medapatkan ilmu sihir mereka harus menyediakan sesaji, makan darah, membunuh, melakukan dosa besar dan sebagainya. Jin jenis ini sangat senang jika manusia yang didampinginya jauh dari agama.

Bukan hanya penganut ilmu hitam saja yang dibantu oleh jin tentara iblis ini. Para penganut thariqoh (orang yang menapaki jalan spiritual menuju Tuhan) dan orang soleh yang kurang waspada pun disesatkan oleh jin golongan ini. Awalnya jin mengaku sebagai guru spiritual yang sudah meninggal atau malaikat yang akan membimbingnya dan membantu segala usahanya. Seketika seorang ahli thariqoh pun memiliki banyak “kesaktian”. Namun perlahan-lahan jin cerdas ini memperdaya ahli thariqoh hingga dia melanggar aturan agama.

Kedua, Ingin mendapat keuntungan dari manusia. Khodam Jin jenis ini selalu meminta imbalan dalam bentuk sesaji, persembahan, korban, bahkan ada yang mengadakan perjanjian, jika sudah sampai waktu yang ditentukan pemilik ilmu bersedia menjadi budak/pengikut di alam jin. Orang yang menjadi budak jin, meniggalkan jasadnya, kemudian jiwanya dibawa ke alam jin. Sehingga dia tampak mati bagi orang awam, padahal dia sebetulnya belum mati. Nanti ketika sudah sampai batas usianya, malaikat maut baru menjemputnya untuk dihadapkan kepada Tuhan. Oleh karena itu jangan pernah berniat untuk mendapatkan pesugihan atau “harta gaib” yang datang tiba-tiba dengan bantuan jin.

Keadaan ini sesuai dengan Al-Quran surah Al-Jin ayat 6, yang terjemahnya: Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.

Ketiga, Karena mencintai manusia. Kadang kami menemui ada jin yang mengikuti manusia dengan alasan cinta. Cinta yang kami maksud adalah seperti cinta pria kepada wanita. Umumnya jin yang seperti ini selalu berusaha membantu manusia yang dicintainya, sekaligus mengganggu. Bentuk bantuannya mampu berupa kemampuan mengobati, perlindungan dari kejahatan, kemampuan mengetahui rahasia orang dan sebagainya. Sedangkan gangguannya biasanya berupa: merasa diikuti seseorang, sulit mencintai, hubungan cinta selalu gagal, kesurupan/kerasukan dan sering mimpi bersetubuh. Bahkan kadang ada jin yang datang dalam wujud manusia untuk menyetubuhi manusia dalam keadaan sadar.

Ke empat, Persahabatan.  Bagi sebagian orang yang memiliki ilmu spiritual tertentu, bersahabat dengan jin bukanlah hal mustahil. Idealnya hubungan persahabatan adalah saling membantu dan berbagi. Namun kenyataannya hubungan persahabatan dengan jin mampu menguntungkan atau merugikan Anda, bahkan kadang juga menyesatkan Anda. hal ini sama jika kita bersahabat dengan sesama manusia. Jika sahabat kita adalah orang baik, maka kita pun terbawa menjadi baik. Tapi jika kita berteman dengan penjahat, maka kita pun mampu dirugikan atau malah bergabung menjadi penjahat. Semua itu tergantung sifat dan kepribadian Anda. Hubungan persahabatan inilah yang menjadi alasan.

Sebagai khabar, berikut ini salah satu contoh amalan bagaimana agar memiliki khodam pendamping yang diawali dengan perjanjian persahabatan selama ada hayat di alam dunia.  Amalan ini merupkan sebuah hizib Diriwayatkan dalam kitab SIRRUL JALIL kepunyaan Syeikh Al-Qutub Hasan AsySydzili Rodiallahu Anhu dengan sebutan amalannya adalah Hizib Sayfi Magribi.

Inilah Hizib Sayfi Magribi yang di maksud :

“BISMILLAHIRROHMANIRROHIM, WA SOLLALLOHU ‘ALA SAYYIDINA WA MAULANA MUHAMMADIN WA ‘ALA ALIHI WA SOHBIHI WA SALLAM 3 X. ALLOHUMMA INNI AS ALUKA (YA ALLOHU 3X ). ( YA ROBBI 3 x ) . ( YA ROHMANU 3 X ) . ( YA ROHIMU 3 X ). LA TAKILNI ILA NAFSI LAMMA ANTA A’LAMU BIHI MINNI WAM DADNI BI ROQIQOTIN MIN ROQOIQI ISMIKAL HAFIDZIL LADZI HAFADZTA BIHI NIDOMAL  AUJUDATI WAK SINI BIDZ DZAR’I MIN KIFAYATIKA WA QOLLIDNI BI SAYFI NUSRIKA WA HIMAYATIKA WA TAWWAJNI BI TAJI ‘IJJIKA WA MAHABATIKA WA KAROMIKA WA RODDINI BI RIDA I MINKA WA ROKIBNI MARKABAN NAJATI FIL MAHYA WA BA’DAL MAMATI BI HAQQI FA JA SYIN  TSAD KHO ZIN ( Dibaca Fa Jim Syin Tsa Dzo Kho Jay ) AMDADNI BI ROQIQOTIN MIN ROQOIQI ISMIKAL QOHHARI TADFA’U BIHA ANNI MAN ARODANI BI SUUIN MIN JAMI’IL MU’DZIYATI WA TAWWALANI BI WILAYATIL ‘IJJI YAKHDO’U LI BIHA KULLA JABBARIN ‘ANIDIN WA SAYTONIN MARIDIN. ( YA ALLOHU YA ‘AZIZU YA JABBARU 3 X ).   ALLOHUMMA ALQI ALAYYA MIN ZINATIKA WA MIN MAHABBATIKA WA KAROMATIKA WA MIN HADROTI RUBUBIYYATIKA MA TABHARU BIHIL ‘UQULU WA TADZILLU BIHIN NUFUSU WA TAKHDO’U LAHUR RIQOBU WA TARIQQU LAHUL ABSORU WA TUBADDIDU LAHUL AFKARU WA YASGHORU LAHU KULLA MUTAKABBIRIN JABBARIN WA YASKHORU LAHU KULLA MALIKIN QOHHARU. ( YA ALLOHU YA MALIKU YA JABBARU 3 X ). ( YA ALLOHU YA WAHIDU YA QOHHARU 3 X ). ALLOHUMMA SAHHIR LI JAMI’A KHOLQIKA KAMA SAHHORTAL BAHRO LISAYYIDINA MUSA ALAIHIS SALAMU WA LAYYIN LI QULUBAHUM KAMA LAYANTAL HADIDA LI DAWUUDA ALAIHIS SALMU FA INNAHUM LA YANTIQUUNA ILLA BI IDZNIKA NAWASIHIM FI QOBDOTIKA WA QULUBUHUM FI YADIKA TASRIFUHA KAYFA SI’TA . ( YA MUQOLLIBAL QULUBI 3 X ).  ( YA ‘ALLAMAL GHUYUBI 3 X ).  ATFA’TU GODOBAHUM BI LAILAHAILLALOHU WASTAJLABTU MAHABBATAHUM BI SAYYIDINA WA MAULANA MUHAMMADIN ROSULULLOHI SOLLALLOHU ALAIHI WA SALLAM FALAMMA ROAYNAHU AKBARNAHU WA QOTO’NA  ADIYAHUNNA WA QULNA HASA LILAHI MA HADZA BASYARON IN HADZA ILLA MALAKUN KARIMUN WA SOLLALLOHU ‘ALA SAYYIDINA MUHAMMADIN WA ‘ALA ALIHI WA SOHBIHI WA SALLAM WAL HAMDU LILAHI ROBBL ‘ALAMIN.”

Untuk bertemu dengan khodam yang menjaga hizib ini maka anda dianjurkan riyadho/berpuasa dimulai hari ahad setiap hari selama 7 hari sambil tidak makan yang bernyawa atau yang keluar dari nyawa seperti telur dan sebagainya, disamping itu juga menjaga air wudhu agar tidak batal kecuali pada waktu tertidur, kemudian selama puasa melakukan sholat fardhu 5 waktu tepat pada waktunya dan setiap selesai melaksanakan  sholat setiap waktu maka wiridkan amalan dengan membaca Kitab Suci Alqur’an Surat Ali Imron penggalan Ayat 173  yang berbunyi:

“HASBUNALLAH WANIKMAL WAKIL ” sebanyak 1000 x, setiap bacaan sampai 100 x  lalu membaca HIZIB SAYFI MAGHRIBI 1 x, demikian seterusnya hingga Tammat 1000 x baca ayat 173 tadi dan hizib sayfi maghribi menjadi 10x.

Apabila benar-benar dikerjakan, serta yakin maka kesempurnaan amalan ini akan ditandai dengan datangnya sesosok makhluk menyerupai seorang lelaki tampan berparas muda dan berpakaian serba hijau menyampaikan salam.

Lelaki tampan ini menghampiri anda dengan membawa sekantong emas logam menyerupai uang bermaksud memberikannya pada anda. Apabila emas tersebut anda terima maka gagallah riyadho anda. sebab pemberian itu merupakan tipuan belaka agar anda menghentikan ritual.

Jika anda tidak mau menerima, meskipun dengan berbagai bujuk rayu yang menggiurkan, maka akhirnya dia akan menyerah pada anda dengan meminta ampun. Namun Permintaan ampunnya yang terakhir itupun masih godaan pamungkas si lelaki tampan itu. Jika Lelaki Tampan itu memnita ampun dengan mengucapkan :

“Bebaskanlah aku karena Alloh wahai hamba allah, ambillah apa saja yang ada padaku “.

Jawablah dengan tegas dan jelas:

” Aku tidak akan mengambil darimu sesuatupun”.

” Aku ingin agar engkau menundukkan semua golongan JIN dan IFRIT, dari  golongan atas maupun golongan bawah untukku”.

Lantas lelaki tampan yang sebenarnya khodam Hizib Sayfi Maghribi akan melaksanakan apa saja yang anda perintahkan dan memohon pada anda dengan memelas:

“Bebaskanlah hamba wahai tuanku”.

Setelah anda membebaskannya dengan menghentikan membaca amalan hizib sayfi maghribi saat itu maka:

Khodam Hizib Sayfi Maghribi akan memberikan pada anda SEBUAH CINCIN BERKILAU BERMATA PERMATA yang tertulis pada permatanya SURAT AN-NAML ayat 17 dan disekeliling cincinnya tertulisSURAT AN-NAML Ayat 30.

KONSULTASI PROBLEM
HUBUNGI:
KIBAYUSEJATI
VIA BB: 2A0925DD

WHatsapp: 08990955419

VIA TELEPON (TIDAK SMS DAN  TIDAK MALAM HARI) DI: +6281361228624
 

 

About these ads