DAHSYATNYA AYAT LIMA

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.


Yang disebut ayat lima adalah kumpulan ayat yang terdiri dari 5 ayat yang diambil dari lima surah dalam Al-Qur’an. Susunan ayat lima adalah sebagai berikut:

• Al-Baqarah 246
• Ali-Imran 181
• An-Nisaa 77
• Al-Maidah 27
• Ar-Ra’du 16

Artinya melayunya sebagai berikut:

Tidakkah engkau ketahui (wahai Muhammad), tentang (kisah) ketua-ketua dari Bani lsrail sesudah (wafatnya) Nabi Musa, ketika mereka berkata kepada seorang Nabi mereka: Lantiklah seorang raja untuk kami supaya boleh kami berperang (bersama-sama dengannya) pada jalan ALLAH. Nabi mereka menjawab: Tidakkah harus, jika kamu kelak diwajibkan berperang, kamu tidak akan berperang?. Mereka berkata: Mengapa pula kami tidak akan berperang pada jalan ALLAH, sedang kami telah diusir dari kampung halaman kami dan (dari) anak-anak kami? Maka apabila perang itu diwajibkan atas mereka, mereka membelakangkan kewajipan itu, kecuali sebahagian kecil dari mereka. Dan (ingatlah), ALLAH Maha Mengetahui akan orang-orang yang zalim.
(ALLAH yang berkuasa untuk melaksanakan apa yang dikehendaki)

Sesungguhnya ALLAH telah mendengar perkataan orang-orang (Yahudi) yang mengatakan: Bahawasanya ALLAH miskin dan kami ialah orang-orang kaya. Kami (ALLAH) akan menuliskan perkataan mereka itu dan perbuatan mereka membunuh Nabi-nabi dengan tidak ada alasan yang membenarkannya dan Kami akan katakan kepada mereka: Rasalah kamu azab seksa yang sentiasa membakar.
(ALLAH Yang Maha Kuat tidak memerlukan sesiapapun untuk menolong)

Tidakkah engkau (hairan) melihat (wahai Muhammad), akan orang-orang yang (pernah) dikatakan kepada mereka: Tahanlah tangan kamu (daripada bertindak melancarkan perang yang belum diizinkan) dan dirikanlah sembahyang serta berikanlah zakat. (Mereka meminta juga hendak berperang), kemudian apabila mereka diperintahkan berperang, tiba-tiba sepuak di antara mereka merasa gerun kepada manusia sama seperti mereka merasa gerun kepada (azab) ALLAH atau lebih gerun lagi. Lalu mereka (merayu kepada ALLAH dengan) berkata: Wahai Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan kami berperang (pada saat ini)? Mengapa Engkau tidak biarkan kami hingga ke tempoh yang singkat (iaitu akhir hayat kami)? Katakanlah (wahai Muhammad): Harta benda yang menjadi kesenangan di dunia ini adalah sedikit sahaja, (dan akhirnya akan lenyap) dan (balasan) hari akhirat itu lebih baik lagi bagi orang-orang yang bertakwa (kerana ia lebih mewah dan kekal selama-lamanya) dan kamu pula tidak akan dianiaya sedikit pun.
(ALLAH Maha Perkasa kepada orang yang melampaui batas dan orang yang berdosa)

Dan bacakanlah (wahai Muhammad) kepada mereka kisah (mengenai) dua orang anak Adam (Habil dan Qabil) yang berlaku dengan sebenarnya, iaitu ketika mereka berdua mempersembahkan satu persembahan korban (untuk mendampingkan diri kepada ALLAH). Lalu diterima korban salah seorang di antaranya (Habil) dan tidak diterima (korban) dari yang lain (Qabil). Berkata (Qabil): Sesungguhnya aku akan membunuhmu!. (Habil) menjawab: Hanyasanya ALLAH menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa.
(ALLAH Maha Suci menunjukkan kepada orang yang dikehendaki)

Bertanyalah (wahai Muhammad): Siapakah Tuhan yang memelihara dan mentadbirkan langit dan bumi? Jawablah: “ALLAH”. Bertanyalah lagi: Kalau demikian, patutkah kamu menjadikan benda-benda yang lain dari ALLAH sebagai Pelindung dan Penolong, yang tidak dapat mendatangkan sebarang manfaat bagi dirinya sendiri dan tidak dapat menolak sesuatu bahaya? Bertanyalah lagi: Adakah sama, orang yang buta dengan orang yang celik? Atau adakah sama, gelap-gelita dengan terang? Atau adakah makhluk-makhluk yang mereka jadikan sekutu bagi ALLAH itu telah mencipta sesuatu seperti ciptaanNya, sehingga ciptaan-ciptaan itu menjadi kesamaran kepada mereka? Katakanlah: ALLAH jualah yang menciptakan tiap-tiap sesuatu, dan Dialah Yang Maha Esa, lagi Maha Kuasa.
(ALLAH Maha terus menerus menguruskan makhluk-Nya, yang memberi rezeki kepada orang yang dikehendaki, rezeki kekuatan)

Dalam mengamalkannya, kelima ayat tersebut dibaca secara berurutan dan diamalkan setiap ba’da shalat subuh dan ashar. Selain itu, ayat lima ini juga sering disebut dengan ayat limapuluh Qaf. Alasannya, setiap ayat tersebut memiliki 10 Qaf yang bila dijumlahkan semuanya berjumlah 50. Karomah ayat 5 diantaranya:

1.Selalu mendapat perlindungan dan pertolongan Allah dari berbagai bahaya.
2.Bila diamalkan oleh seorang pemimpin, maka Allah akan memberinya kekuatan dan membuat orang2 akan patuh (dengan catatan dia bukan pemimpin yang dzalim).
3.Ayat lima merupakan dinding dari kejahatan manusia dan jin.
4.Memperpanjang usia, dan memudahkan terkabulnya hajat.

Untuk bisa mengamalkan ayat lima ini, tentu tak cukup dengan hanya membacanya ba’da shalat subuh dan ashar. Supaya karomahnya bisa terasa, jangan sampai kita meninggalkan ibadah-ibadah wajib terutama shalat lima waktu. Selanjutnya, hindari dosa-dosa besar, seperti musyrik, membunuh, berzina, meminum khamr, menggunakan narkoba, mencuri, dan dosa besar lainnya. Bila hal-hal tersebut dilakukan, do’a dan hajat kita akan sulit dikabul oleh Allah.

Iklan