KUNCI MENYADARKAN ANAK YANG BANDEL-DEGIL

Pernah kah anda mengalami ini?  memerintah anak sudah jelas dan gamblang. Namun rupanya, tidak demikian menurut anak. Anak memang merasa kurang mengerti akan apa yang diperintahkan oleh orang tuanya. Anak biasanya kemudian datang dan meminta maaf dan menanyakan apa yang dimaksud oleh orang tua. Biasanya anak seperti ini, karena sedang berkonsentrasi pada hal lain, misalnya : sedang makan, sedang bermain, sedang mengerjakan PR, dll.

Solusinya: Saat anak terlena dengan “dunianya” maka, ulangilah perintah itu, atau angkat sedikit suara dan sentuhlah dia hingga dia ingat, kemudian ulangilah perintah dengan nada datar tanpa emosi ataupun marah. Berbaik sangkalah terhadap anak, bahwa ia tidak sengaja.

Ingin Cari  perhatian

Mungkin, anak membangkang karena ingin mendapatkan perhatian dari orang tuanya. Hal ini bisa saja terjadi, salah satunya karena anak merasa jarang diperhatikan dan hanya bisa berkomunikasi ketika ada yang tidak benar pada anak.

Solusinya: mencari sebab, mengapa anak melakukan hal itu dan dilanjutkan dengan mengalihkan perintah kepada anak yang lain atau mengerjakan sendiri pekerjaan itu. Dengan demikian, anak akan berterus terang. Jangan disia-siakan, segera dengarkan apa yang disampaikannya. Sebaiknya langkah ini juga dilaksanakan pada waktu yang tepat untuk mengetahui penyebab anak mencari perhatian.

Bertunda-tunda

Sekali waktu, anak menolak langsung untuk mengerjakan sesuatu dengan sengaja. Lalu Dia berjanji dengan terpaksa  untuk melaksanakannya. Dia pun menundanya hingga merasa siap untuk melaksanakan perintah itu. Hal ini dapat disebabkan karena ketidakmampuan, cara yang kurang sesuai dalam memerintah, atau malas dan capek.

Solusinya : Kadang anak merasa tidak mampu untuk mengerjakan karena tidak kuat, belum sampai pikirannya, atau karena malu. Untuk itu, pahamilah bahwa penentangan bisa jadi merupakan ekspresi dari ketidakmampuan. Kadang-kadang orang tua juga memberi perintah kepada anak tanpa melihat situasi, atau saat anak merasa lelah. Untuk itu, lihatlah kondisi, apabila anak sedang lelah, mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk melaksanakan dalam keadaan tidak terpaksa.

Membantah keinginan orang tua

Kadang-kadang anak menolak melakukan sesuatu dan menunjukkan bahwa “Saya tidak mau”. Dalam hal ini, ada beberapa cara untuk mengatasinya, antara lain :

  • Mengajari anak arti ketaatan dalam hal yang disukai maupun yang dibenci selama tidak dalam kemaksiatan
  • Menggunakan cara yang baik dan sesuai ketika meminta
  • Menggunakan kata-kata yang santun ketika menyuruh
  • Memahami halangan anak jika memang keadaan demikian
  • Menjelaskan sebab ketika berbeda pendapat dengan anak atau menjelaskan manfaat bagi orang tua dan anak dalam melaksanakan perintah tersebut
  • Menjelaskan sebab-sebab lainnya yang dapat mendekatkan jarak antara anak dan orang tua, khususnya dalam hal berbakti kepada orang tua dan pahala akan yang didapat.

Berikut ini doa / wirid orang tua yang menginginkan anaknya agar patuh atau tidak membandal

“Buduuhun” dibaca sebanyak 1000x,

Khoththuufah” dibaca sebanyak 7x,

Khothobtu qolba waladii ismiihu/ismuhaa..(sebut nama anak…) li amrii Wamuthii’an li arodtuhu”  dibaca sebanyak 3x”

Dibaca selesai Sholat 5 waktu.