ANTI MABUK HAMIL

Petuah orang tua-tua kita dahulu tidak boleh dipandang enteng, banyak mereka telah  mentelorkan berbagai sarana yang dapat kita jadikan suri tauladan untuk di kehidupan modern seperti sekarang ini. Saya menyebutnya dengan istilah kasanah.

Meski dari sekian banyak petuah itu ada petuah yang sama sekali belum tersentuh agama, tetapi itu membuktikan bahwa nenek moyang kita orang yang cerdas dan perduli terhadap alam dan manusia sehingga mampu menciptakan berbagai rupa sarana demi kehidupan umat manusia dan kelestarian alam.

Dari beberapa kitab peninggalan leluhur, saya dapat menemukan berbagai ilmu dan pengalaman yang tidak ternilai harganya. Semua itu saya syukuri dengan syukur yang tak terhingga pada allah SWT yang telah memberi petunjuk dan bimbingan menemukan , melihat dan meneliti bahkan mengamalkan semua itu.

Sebagian saya implementasikan secara nyata di masyarakat dan lingkungan dengan memberi bantuan secara ikhlas bagi yang membutuhkan. Lain cara saya juga melakukan diskusi/share dengan teman sepropesi, saudara dan guru spiritual gaib dan nyata. Tak kalah penting, lahirnya beberapa blog saya didunia maya dengan segala kekurangannya demi melukiskan rasa syukur saya terhadap SANG MAHA PENCIPTA YANG TIADA SEKUTU BAGINYA juga dengan adanya peradaban setelah jahiliyah berupa budaya dan leluhur yang begitu cerdas bahkan religius.

Berikut ini saya menukilkan sebuah isim yang besar sekali manfaatnya diantaranya adalah dapat dijadikan anti muntah bagi perempuan yang mengandung. Tuliskan isim ini dengan abjad arab pada secarik kertas putih polos dengan adab menulis AZIMAT. Tulis juga nama perempuan itu dan nama ibunya pada titik yang tersebut di isim. Kemudian bagi pakai perempuan yang mengandung.

“Bismillahhirrohmaanirroohiim. Alla ta’luu ‘alaiyya waktuunii muslimiin, as alukallaahumma bihaqqi malaa ikatikashshunuufi walhasyri yaumal waquufi irhamu ‘abduka minalqoyyi ‘alayya ni’malkufuufi innaka robbulma’ruufi wasaro ilaika maksyuufu ‘aafin …(nama perempuan dan ibunya)….likulli nabaa imustaqorri wasaufa ta’lamuun”

Bi’aunillah, insya allah terhenti muntah-muntahnya.

Iklan

One comment

Komentar ditutup.