KUTU DAPAT MENGGANTIKAN USG BAGI IBU HAMIL?

Melihat jenis kelamin anak dalam kandungan sudah trend pada saat sekarang ini. Dengan sarana alat modern seperti USG maka jenis kelamin anak (jabang bayi) dapat dikenali. Sementara, USG atau Ultrasonografi telah dikenal sejak akhir tahun 50-an, tetapi para dokter di dunia baru menggunakan pada tahun 1961. Sedangkan di indonesia sendiri khususnya dokter kendungan, USG baru digunakan sekitar tahun 80-an. Dalam pelaksanaannya, USG bekerja dengan cara menghantarkan gelombang suara dengan frekuensi diantara 3.5-7.0 Megahertz ke janin atau pembuluh darah dan akan dipantulkan kembali dalam bentuk gambar yang dapat dilihat di monitor.

Begitu bermanfaatnya USG dalam perkembangan kesehatan bayi dalam kandungan. Yang akan saya sampaikan ini berhubungan dengan pendeteksian, yaitu mendeteksi kelamin bayi bagi ibu hamil dengan menggunakan media “KUTU “.

Apakah kutu itu?

Kutu atau tuma (jawa) adalah binatang kecil halus yang hanya ditemukan di rambut atau bulu. Kutu ini selain terdapat pada manusia juga terdapat pada hewan. Kalau pada manusia kutu berkembang biak di rambut kepala, sedangkan pada hewan terdapat pada hewan yang berbulu. Kutu ini disebut juga parasit, sebab dia hidup dari sumber kulit daging seperti darah yang didiaminya.

Binatang kutu konon dapat dijadikan sarana mendeteksi jenis kelamin anak dalam kandungan yaitu apakah anak itu lelaki atau perempuan. Caranya, Perahkan sedikit air susu seorang perempuan yang sedang mengandung, lalu tampung di wadah mangkuk atau piring.

Ambillah seekor kutu dari kepala manusia (tidak dari bulu hewan), lalu masukkan diatas air susu tadi.

Jika binatang itu keluar dari kubangan susu menunjukkan dalam kandungan itu adalah anak perempuan.

Sebaliknya, apabila binatang itu tidak keluar dari kubangan susu maka menunjukkan dalam kandungan itu adalah anak  laki-laki.

Untuk jadi peringatan; manusia hanya mengkira-kira atau menduga-duga, namun Sang Maha Penciptalah yang tau segalanya. Janganlah informasi disini dijadikan refrensi. Tetapi ini hanya sebuah wacana. Yang benar hanya dari Allah SWT dan yang salah dari saya sendiri. Meski kita menggunakan alat canggih secanggih apapun atau alat modern yang berharga trilyunan rupiah, namun untuk memastikan sesuatu yang belum terjadi adalah kemustahilan karena semua yang diciptakan memiliki keterbatasan.