KEMARAU PANJANG DITUNTASKAN DENGAN RAJAH

Menurut beberapa ahli yang ditulis di sebuah situs, bahwa kemarau panjang yang terjadi di Indonesia berkaitan dengan fenomena alam yang diberi nama El-Nino. Fenomena ini ditandai dengan meningkatnya suhu di lautan tropis Pasifik Tengah dan Timur dan terjadi setiap beberapa tahun. El- Nino disertai dengan perubahan perubahan

dibuktikan dengan kriteriam seperti berikut:

1. Meningkatnya suhu sepanjang lautan tropis Pasifik Timur dan Tengah.

2. Meningkatnya konveksi atau pembentukan awan di lautan Pasifik Tengah di mana titik konveksi bergeser dari Indonesia / Australia ke arah timur lautan Pasifik sehingga menyebabkan berkurangnya curah hujan di Indonesia.

3. Terjadinya nilai negatif SOI (Southern Oscillation Index). SOI merupakan indeks yang menunjukkan aktivitas Southern Oscillation maupun El-Nino (ENSO).

Begitulah tehnolgi zaman sekarang telah menunjukkan hasil yang gemilang. melalui alat khusus semua dapat dilihat oleh mata telanjang sehingga perubahan yang terjadi pada iklim ini terus dapat di pantau kemudian dicari solusinya.

Metodologi rajah ada solusi untuk mengatasi kemarau panjang, berikut ini saya memperknalkan sebuah rajah yang dipakai oleh orang tua-tua kita sejak zaman dahulu apabila sudah lama tidak turun hujan (kemarau panjang). Adapun rajahnya sebagai berikut

Tulislah rajah di atas pada kulit luar punggung kura-kura (dicari kura-kura yang sudah mati agar tidak menyiksa sang hewan dua alam itu) dan tanamlah di tengah-tengah kampung yang tertimpa kekeringan berkepanjangan. Kemudian ditempat yang berbeda setelah itu maka lakukan sholat sunnah berjamaah minta diturunkan hujan pada daerah itu.


Iklan