IJAZAH DAN ILMU TINGKAT TINGGI

Menurut orang yang arif, Jika harus memilih salah satunya antara ilmu dan ijazah, maka keduanya sama-sama penting dan harus diambil. ILMU itu penting, tetapi IJAZAH juga perlu. Namun kalau harus memilih, maka umumnya orang akan memilih ijazah. Makanya, sering kita dengar pendapat kalangan orang bahwa lebih dulu cari ijazah, sedangkan ilmu bisa didapat kemudian. Padahal, kenyataannya hal itu sulit terjadi. Biasanya setelah mendapat ijazah, maka belajarnya berhenti, karena dirasa sudah mencukupi.

Selalu saja orang lebih mengutamakan ijazah dari mengambil ilmu, karena tanpa ijazah, ilmunya tidak akan diakui. Bahkan disebuah pemerintahan pun tidak akan mengakui ilmu seseorang jika tidak bisa membuktikan dengan selembar kertas yang bernama ijazah itu. Sebaliknya, pemegang ijazah, sekalipun tidak berilmu sebagaimana tergambar dalam ijazahnya itu, tetap akan diakui.

Dalam konsep mempelajari ilmu kebathinan Apakah setiap ilmu perlu ijazah?

Tergantung masing masing orang apakah mempelajarinya ingin melalui pengalaman orang lain atau mau menjalani pengalaman sendiri. jika melalui ijazah maka sipengamal ilmu akan menerima ilmu yang sudah jadi sesuai dengan pengalaman dan petuah yang memberikan ilmu / mengijazah ilmu. Sebaliknya, mengamalkan ilmu tanpa ijazah atau aotodidak maka metode pengamalannya dengan cara berikhtiar sendiri tanpa ada yang memberikan jalan dan wasilah, dan Cenderung ber efek samping tinggi dari tersesat jalan sampai ke tingkat setress atau gila.

Apakah ada doa “paling mustajab” dari asihan “tingkat tinggi”? Doa yang paling mustajab? untuk asihan lebih tepatnya “manteranya membuahkan hasil” asihan tingkat tinggi? semua meng klim asihan mereka asihan paling ampuh tingkat tinggi dan setiap penganut memiliki ilmu andalan masing-masing dan umumnya masig-masing pemiliknya menjaga dan merawat dan merahasiakannya. ilmu bisa diberikan jika dia sudah tidak memerlukannya lagi atau diberikan pada orang yang dinilai dengan berbagai ujian dinyatakan telah lulus uji/tes.

Untuk yang baru kenal dan kepada orang yang berhati culas mustahil mendapatkan ijazah ilmu tingkat tinggi menurut versi perguruan masing-maisng walau berani bayar mahal.

Iklan